Label

Senin, 08 Agustus 2011

KINGDOM MONERA DAN KEGUNAANNYA


BAB I
PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang Masalah
Semua mikroorganisme prokariotik dimasukkan ke dalam kingdom monera. Mikroorganisme prokariotik adalah mikroorganisme yang memiliki bahan inti tetapi tidak memiliki selubung inti. Inti yang tidak bermembran disebut prokarion. Bahan inti tersebut adalah asam inti berupa DNA (deoxyribonucleic acid) yang terletak pada suatu daerah tertentu di dalam sitoplasma. Jadi DNA itu tidak tersebar. Oleh karena itu tidak benar jika dikatakan prokariotik tidak berinti.Monera berasal dari kata Yunani moneres, yang berarti tunggal. Contoh monera bersel tunggal adalah bakteri. Namun tidak semua monera bersel tunggal.
Beberapa anggota ganggang hijau biru ada yang berbentuk benang, misalnya Oscillatoria.Terdapat perbedaan pokok antara bakteri dan ganggang biru. Bakteri umumnya tidak berklorofil sehingga tidak dapatberfotosintesis sedangkan ganggang biru berklorofil sehingga dapat berfotosintesis. Hanya ada beberapa bakteri yang dapat berfotosintesis misalnya bakteri hijau atau bakteri ungu karena memiliki klorofil/ pigmen.

1.2    Tujuan Penulisan
Tujuan dapam penulisan makalah ini adalah:
1.     Untuk mengetahui klasifikasi monera.
2.     Untuk mengetahui ciri-ciri monera.
3.     Untuk mengetahui jenis-jenis monera
4.     Untuk mengetahui kingdom monera dan peranannya bagi kehidupan?

1.3    Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah:
1.     Apa yang dimaksud dengan monera?
2.     Bagaimana ciri-ciri monera?
3.     Bagaimana klasifikasi monera?
4.     Apa saja jenis-jenis monera?
5.     Bagaimana peranan monera bagi kehidupan?

1.4    Sistematika Penulisan
Sistematika dalam penulisan makalah ini, antara lain: Bab I Pendahuluan, meliputi; latar belakang masalah, tujuan penulisan, rumusan masalah, dan sistematika penulisan. Bab II Tinjauan Pustaka. Bab III Pembahasan, meliputi; kingdom monera dan peranannya bagi kehidupan dan klasifikasi monera. Bab IV Penutup meliputi; simpulan dan saran. Daftar pustaka.



 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Monera adalah salah satu kingdom dalam klasifikasi biologi sistem lima-kingdom, yang sekarang sudah tidak dipakai lagi. Monera meliputi sebagian besar prokariotik (yaitu tidak punya inti sel. Oleh sebab itu, nama lainnya adalah Prokaryota atau Prokaryotae. Kingdom ini dibagi menjadi dua divisi yaitu Bacteria (atau Schizomycetes) dan Cyanophyta atau alga hijau-biru. Pengelompokan ini sekarang tidak digunakan lagi, setelah berbagai temuan menunjukkan bahwa Cyanophyta sekarang ini lebih tepat dianggap sebagai bakteria dan dinamakan sebagai Cyanobacteria.

2.1  Sejarah Klasifikasi Monera
Awalnya dalam klasifikasi Systema Naturae hanya ada hewan, tumbuhan, dan mineral. Mineral lalu dibuang dari klasifikasi makhluk hidup. Setelah ditemukannya mikroskop, para ilmuwan mulai menggolongkan mikroorganisme ke dalam hewan dan tumbuhan. Tahun 1866 Ernst Haeckel mengajukan sistem tiga kingdom, yaitu menambahkan Protista sebagai kingdom baru yang berisi sebagian besar makhluk hidup microskopik. Salah satu dari 8 divisio Protista adalah Moneres, yang meliputi sekelompok bakteri seperti Vibrio. Kemudian para ilmuwan membuktikan bahwa kingdom Protista hampir tidak ada kemiripannya untuk dijadikan sebuah kingdom. Meskipun kita bisa membedakan prokaryota dan eukaryota dari ada/tidaknya inti sel, mitosis atau fisi biner sebagai cara berkembang biak, ukurannya, dan ciri lain, tapi monofilia dari Monera masih kontroversial selama beberapa dekade. Tahun 1937 Édouard Chatton mengusulkan klasifikasi dua kingdom, Eukaryota dan Prokaryota, meskipun papernya tidak banyak ditinjau ulang sampai tahun 1962, karena dia tidak menekankan pembeda antar dua kingdom itu, seperti para ahli biologi di masa itu.
Roger Stanier dan C. B. van Niel percaya bahwa bakteri (pada saat itu alga hijau-biru belum masuk bakteri) dan alga hijau-biru berasal dari induk yang sama, yang kemudian membuat dia mengeluarkan pernyataan di tahun 1970, "Alga hijau-biru tidak ada bedanya dengan bakteri". Di tahun 1949, E. G. Pringsheim dalam tulisannya mengatakan bahwa bakteri dan alga hijau-biru berasal dari induk yang berbeda. Tahun 1974, Bergey's Manual mengeluarkan istilah cyanobacteria untuk mengacu pada alga hijau-biru, membuatnya diterima ke dalam kelompok Monera. Tahun 1969, Robert Whittaker mengusulkan sistem lima kingdom. Sistem ini meletakkan sebagian besar makhluk hidup bersel satu ke dalam Monera (prokaryota) ataupun Protista (eukaryota). Tiga kingdom lainnya adalah dari eukaryota: Fungi, Hewan, dan Tumbuhan. Namun Whittaker tidak percaya bahwa semua kingdomnya monofilia.  Tahun 1977, sebuah paper dari PNAS ditulis oleh Carl Woese dan George Fox mengusulkan bahwa Archaea (sebelumnya dinamai archaebacteria) tidak lebih dekat dengan Bakteri daripada dengan eukaryota. Paper ini menjadi halaman utama di koran The New York Times dengan kontroversi yang besar. Karena diterima khalayak, kingdom Monera akhirnya diganti menjadi dua kingdom baru Bacteria dan Archaea.
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Kingdom Monera dan Peranannya Bagi Kehidupan
3.1.1 Ciri – ciri dan Struktur Tubuh Monera
Monera bersifat Prokariotik (tidak mempunyai organel yang diselubungi membran). Nukleos atau inti sel organisme ini hanya berupa satu molekul DNA tanpa membrane sehingga disebut nukleolid.
Bagian-bagian tubuh Monera:
a.     Lapisan Lendir, bersifat menyebar dan mudah lepas, serta berfungsi melicinkan dinding sel.
b.    Dinding Sel, tersusun atas lapisan lipoprotein, lipopolisakarida, dengan atau tanpa peptidoglikan. Berfungsi untuk melindungi bagian dalam tubuh Monera.
c.     Membran Plasma, terdapat di baeah dinding sel dan bersifat permeable.
d.    Sitoplasma, di dalamnya terdapat lipid, ion anorganik, dan kromatofora (pigmen warna)
e.     Kromosom, terdiri dari satu molekul DNA tanpa diselubungi membrane sehingga disebut nuklelolid.
f.     Ribosom, terdiri atas protein RNA yang berfungsi untuk proses sintesis protein.
Selain ciri struktur tubuh di atas, beberapa anggota monera juga mempunyai flagella dan pilli. Flagella tersebut mengandung protein globular yang disebut flagelin dan berfungsi sebagai alat gerak. Beberapa anggota monera memiliki pili yang strukturnya lebih pendek dan lebih tipis dari flagella. Yang berfungsi membantu perlekatan pada organisme lain dan permukaan batuan atau dalam usus manusia. Beberapa pili yang ukurannya lebih panjang dan berguna sebagai alat konjugasi yang disebut sexpili.

3.1.2  Perkembangbiakan dan Pemindahan Bahan Genetik pada Monera
a.   Pembelahan Biner, Terjadi jika satu individu Monera membelah menjadi dua individu. Biasanya terjadi setiap 20 menit. Pada kondisi kurang menguntungkan, beberapa jenis monera akan mati dan beberapa tetap hidup. Jenis jenis yang tetap hidup karena mampu membentuk endospora. Endospora berguna untukmelindungi diri dari perubahan lingkungan yang tidak menguntungkan.
b.   Pembentukan Tunas
c.   Fragmentasi, terjadi bila sel vegetatif dari beberapa anggota monera patah. Patahan tersebut akan membentuk individu baru.

3.1.3  Cara Pemindahan Bahan Genetika pada Monera
a.   Transformasi, adalah pengambilan DNA bebas oleh salah satu anggota monera dari lingkungan sekitarnya yang dilepas oleh anggota monera lainnya.
b.   Transduksi, adalah transfer DNA antara dua anggota monera melalui perantara virus (bakteriofage).
c.   Konjugasi, adalah transfer DNA antara dua anggota monera melalui suatu jembatan konjugasi.
3.2  Klasifikasi Monera
Mikroorganisme-mikroorganisme yang termasuk Monera berdasarkan analisis molecular terbagi menjadi dua filum, yaitu Archaebacteria (Archae) dan Eubacteria (Bacteria). Pada klasifiksi sekarang ini, kedua filum tersebut telah diangkat menjadi dua kingdomtersendiri.
A.    Archaebacteria (Archae)
Ciri-ciri:
·         Dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan.
·         Ribosomnya lebih mirip dengan ribosom eukariotik (mengandung beberapa jenis RNA-polimerase).
·         Membran plasmanya mengandung lipid dengan ikatan eter.
Berdasarkan tempat hidupnya, Archaebacteria dikelompokkan menjadi tiga;
1.     Methanogen. Merupakan mikroorganisme anaerob dan heterotrof yang dapat menghasilkan methane (CH4). Hidup di Lumpur, rawa, dan saluran pencernaan sapi, manusia, rayap dan hewan lain.
2.     Halofil ekstrem(suka garam). Sebagian besar merupakan mikroorganisme aerob dan heterotrof, walaupun beberapa di antaranya bersifat anaerob dan fotosintetik dengan pigmen berupa bakteriorhodopsin. Hidup di lingkungan dengan konsentrasi garam yang tinggi.
3.     Thermoasidosil (suka panas dan asam). Merupakan mikroorganisme kemoautotrof yang menggunakan H2S sebagai sumber energi. Hidup di lingkungan panas (60-80)0C dan asam pH (2-4). Sulfolobos ditemukan dalam sumber air panas.

B.    Eubacteria
Ciri-ciri:
·       Dinding selnya mengandung peptidoglikan.
·       Ribosomnya mengandung satu jenis RNA-polimerase.
·       Membran plasmanya mengandung lipid dengan ikatan ester.
Dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan.
1.     Cara memetabolisme sumber-sumber makanan, yaitu:
·         organisme yang autorof (fotoautotrof atau kemoautotrof)
·         organisme heterotrof (ada yang bersifat parasit atau saprofit)
2.     Kemampuan menghasilkan endospora (tubuh resistan ysng mengandung materi genetik dan sedikit sitoplasma, serta dikelilingi oleh dinding yang tahan lama).
3.     Kemampuan mempertahankan diri dalam keadaan ada atau tidaknya oksigen, yaitu:
·         obligat aerob
·         obligat anaerob
·         fakultatif anaerob
4.   Motilitas (cara gerak), yaitu:
·         dengan flagella
·         tanpa flagella (gerakan meluncur)
·         flagella dalam sel (gerakan seperti sebuah pembuka tutup botol)
5.   Bentuknya, yaitu:
·         bacillus (bentuk batang)
·         coccus (bentuk spiral)
·         spirillum(bentuk spiral)
6.   Berdasarkan teknik pengecatan gram, yaitu:
·         bakteri gram positif (dinding sel peptidoglikan tebal)
·         bakteri gram negatif (dinding sel peptidoglikan tipis dan tertutup oleh sebuah lapisan lipoposakarida)

Eubacteria Dapat Dibagi Menjadi Beberapa Kelompok
1)      Cyanobacteria
Bersifat fotoautotrof; menggunakan klorofil untuk menangkap energi cahaya matahari yang kemudian digunakan dalam proses fotosintesis. Juga mempunyai pigmen aksesori yang disebut fikobilin. Beberapa Cynobacteria mempunyai sel-sel khusus yang disebut heterokista yang menghasilkan enzim untuk fiksasi atau penambatan nitrogen di udara.
2)    Bakteri Kemoautotrof
Bersifat kemosintesis dan terdiri dari bakteri nitrir (berperan dalam siklus nitrogen yaitu mengubah nitrit), bakteri sulfur (berperan mengoksidasi komponen sulfur), dan bakteri metan (berperan mengoksidasi metana atau methanol.
3)     Bakteri Penambat Nitrogen
Bersifat heterotrof dan mampu mengikat nitrogen dari udara. Ada yang hidup bebas dan ada yang bersimbiosis mutualisme.
4)     Spirocheta atau Spirochaeta
Berbentuk spiral seperti kumparan, bergerak dengan meliukkan tubuhnya seperti gerakan sebuah pembuka tutup botol. Flagelanya terdapat dalam lapisan dinding sel. Bakteri ini yang berperan sebagai decomposer dan ada yang bersifat pathogen (menyebabkan sakit).

Mikroorganisme prokariotik yang digolongkan ke dalam monera adalah bakteri dan ganggang hijau biru.
A.     Bakteri
Bakteri adalah makhluk hidup bersel satu, tidak berklorofil (tetapi beberapa jenis mempunyai pigmen bakterioklorofil), dan umumnya berkembang biak dengan membelah diri.
1)     Sifat-sifat Bakteri
·         Bentuk sel bakteri tetap dengan dinding sel yang terdiri atas selulos dan kadang-kadang terselubung lendir
·         Inti sel tidak berdinding yang disebut prokarion.
·         Berkembang biak dengan membelah diri.
·         Beberapa jenis bakteri, terutama yang berbentuk batang dapat membentuk endospora. Yang berguna untuk melindungi diri terhadap lingkungan yang buruk.
·         Bakteri hidup pada suhu yang bervariasi dan pH tertentu sesuai dengan jenisnya.
2)     Ciri- ciri Bakteri
·         Tubuh: uniseluler, renik (dapat dilihat dengan mikroskop biasa) dan prokariotik
·         Ukuran: 0,15 – 15 mikron.
·         Ada yang berbentuk batang (bacillus), seperti bola (kokus), seperti koma (vibrio), dan seperti spiral (spirillum).
·         Cara hidup: ada yang soliter (sendiri-sendiri) dan berkoloni.
·         Hidup autotrof: foto autotrof dan kemo autotrof.
·         Hidup heterotrof: Parasit dan Saprofit.
·         Alat bergerak pindah, tidak dapat bergerak pindah tempat secara aktif.
·         Bergerak pindah secara aktif dengan flagel, dengan lender untuk meluncur.
·         Habitat: di segala tempat, di tanah, air, udara, dan organisme.
·         Secara aseksual, umumnya reproduksi aseksual dengan membelah biner. Ada pula yang membentuk spora di dalam (endospora) apabila lingkungannya menjadi buruk. Secara seksual : Konjugasi
3)     Rekombinasi DNA Bakteri
Rekombinasi DNA Bakteri terjadi melalui:
·         Konjugasi; DNA bakteri jantan bersatu dengan DNA bakteri betina.
·         Transformasi; plasmid bakteri pindah ke bakteri lain.
·         Transduksi; DNA virus menyisip ke DNA bakteri.
4)     Struktur Tubuh Bakteri
·         Kapsul utuk pertahanan diri .
·         Flagela untuk bergerak.
·         Dinding sel untuk perlindungan ; tersusun dari peptidoglikan
·         Membran sel untuk mengatur keluar masuknya zat .
·         5.Mesosom untuk pabrik enenrgi .
·         6.Lembar foto Sintetik untuk berfotosintesis .
·         Sitoplasma tempat berlangsungnya reaksi metabolik .
·         DNA untuk mengontrol sintetis protein dan pembawa sifat .
·         Plasmid pembawa gen tertentu dapat di transformasikan ke sel lain.
·         Ribosom untuk tempat sintesis protein .
·         Endospora untuk mempertahankan diri dari kondisi butuk .
5)     Bentuk-Bentuk Bakteri
a.     Basilus, Berbantuk seperti batang atau tongkat, dan dibedakan atas:
·         monobasilus, tunggal (satu-satu)
·         diplobasilus, bergandeng dua-dua.
·         streptobasilus, (bergandeng panjang seperti rantai.
b.    Kokus, Berbentuk seperti bola (bulat), dan dibadakan atas:
·         diplokokus, bergandeng dua-dua.
·         Streptokokus, bergandeng panjang seperti bentuk rantai.
·         Tetrakokus, berkelompok empat-empat.
·         Stapilokokus, bergerombol seperti buah anggur
·         Sarkina, mengelompok seperti kubus.
c.   Spirilum, Berbentuk bengkok atau seperti spiral. Dibedakan atas:
·         monotrik, flagel hanya satu dan melekat pada salah satu ujung sel.
·         Lopotrik, flagel banyak dan melekat pada salah satu ujung sel.
·         Amfitrik, flagel banyak dan melekat pada kedua ujung sel.
·         Peritrik, flagel banyak dan tersebar pada seluruh permukaaan sel.
·         Atrik, tidak mempunyai flagel.
6)     Cara Bakteri Mendapatkan Makanan
a.   Bakteri autotrof, Hidupnya tidak bergantung terhadap Organisme lain karena dapat mensintesis makanannya sendiri:
1)      Fotoautotrof, Dapat mensintesis senyawa organic dari zat-zat organic dengan menggunakan energi matahari, karena mempunyai pigmen-pigmen bakterioklorofil atau bakteriopurpurin sehingga mampu berfotosintesis . Contoh Bakteri hijau dan bakteri ungu.
2)      Kemoautotrof, Dapat mensintesis senyawa organik dari zat – zat anorganik dengan senyawa-senyawa tertentu, dan energi yang timbul digunakan untuk fotosintesis . Contoh: Bakteri Nitrit, Bakteri Nitrat dan bakteri belerang.
b.   Bakteri Heterotrof, Kelompok bakteri ini tidak dapat mensinsesis makanannya sendiri sehingga hidupnya tergantung pada organisme lain. Bakteri ini ada yang bersifat parasitdan ada yang bersifat saprofit. Bersifat parasit jika hidup langsung tergantung pada organisme lain yang masih hidup sehingga sangat merugikan. Bersifat saprofit jika hidup pada sisa-sisa organisme lain yang telah mati.

Peranan Bakteri bagi Kehidupan Manusia
a.     Bakteri yang Menguntungkan
1.     Rhizobium leguminosarum, yaitu bakteri yang bersimsiosis dengan akar polong-polongan. Bakteri ini mampu mengikat nitrogen dari udara sehingga menyuburkan tanah.
2.     Nitrosomonas, Nitrosococcos (bakteri nitrit), serta Nitrobacter merupakan bakteri yang membantu proses pembuatan senyawa nitratdalam tanah.
3.     Streptococcus lactis yaitu bakteri yang berperan dalam pembuatan keju.
4.     Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermhophillus yaitu bakteri yang berperan dalam pembuatan yoghurt.
5.     Acetobacter xylinum, yaitu bakteri yang berperan dalam pembuatan nata de coco.
6.     Streptomyces griceus, yaitu bakteri yang menghasilkan antibiotic streptomisin (untuk mengatasi penyakit TBC)
7.     Streptomyces aureofaciens, yaitu bakteri yang menghasilkan antibitik aureomisin.
8.     Acetobacter aceti, yaitu bakteri yang mengubah etanol menjadi asam asetat (asam cuka) melalui proses oksidasi.
9.     Escheria coli yaitu bakteri yang membantu pembusukan di usus besar manusia dan pembentukan vitamin K yang penting pada proses pembekuan darah.
b.    Bakteri yang Merugikan
1.     Mycobacteium tuberculosis, yaitu bakteri penyebab penyakit TBC.
2.     Clostridium pallidum, yaitu bakteri penyebab penyakit tetanus.
3.     Treponema pallidum, yaitu bakteri penyabab penyakit sifilis.
4.     Neisseria gonorrhoeae, yaitu bakteri oenyabab penyakit kencing nanah.
5.     Diplococcus pneumoniae, yaitu bakteri penyabab radang paru-paru.
6.     Pasteurella pestis, yaitu bakteri penyabab penyakit pes.
7.     Bacillus anthtracis, yaitu bakteri penyeba penyakit antraks pada sapi.
8.     Pseudomonas cocovenenans, yaitu bakteri yang menghasilka racun asam bongkrek pada tempe bongkrek.
9.     Clostridium botulinum, yaitu bakteri yang menghasilkan racun botulinin pada makanan kaleng yang telah rusak.
10.  Pseudomonas cattleyae, yaitu bakteri penyebab penyakit pada anggrek.

c.     Cara Pencegahan Bakteri yang Merugikan Manusia
1.     Vaksinasi, adalah usaha pencegahan penyakit dengan cara memberikan vaksin, yaitu bakteri yang telah dilemahkan. Vaksin yang diinjeksikan ke dalam tubuh manusia atau hewan mendorong terbentuknya antibodi dalam darah. Yang akan mengahambat masuknya bakteri aktif ke dalam tubuh.
2.     Strelisasi, yaitu pemusnahan semua bentuk kehidupan. Sterilisasi dilakukan dengan pemanasan pada suhu 121oC selama 15 menit disertai tekanan. Sterilisasi akan mematikan bakteria, spora, dan organisme lain. Sterilisasi alat-alat atau medium dapat dikerjakan secara fisik (misalnya dengan pemanasan, sinar ultraviolet, dan sinar X), secara mekanik (dengan penyaringan), dan secara kimia (dengan desinfektan).  
3.     Pasteurisasi, pasteurisasi di lakukan untuk mesterilkan bahan yang tidak tahan panas tinggi dengan tujuan membunuh bakteri yang ada di dalamnya. Pasterisasi akan mematikan bakteri patogen,tetapi bakteri nopatogen tetap hidup sehingga makanan belum streril.
4.     Pengawetan makanan, makanan perlu di awetkan untuk mengawasi mengatasi aktifitas bakteri yang dapat merusak makanan serta menimbulkan racun. Pengawetan makanan dapat di lakukan secara tradisional, misalnya dengan pengeringan, pengasapan, pengasaman, pengasinan, dan pemanisan. Pengawetan makanan dapat juga di lakukan secara konvesional, antara lain dengan sterilisasi, pasteurisasi, pembekuan, pendingina, penggunaan bahan kimia, serta radiasi.lingkungan yang dingin menyebabkan bakteri tidak aktif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar