Label

Sabtu, 06 Agustus 2011

MAKALAH UNSUR-UNSUR DALAM CERPEN


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
Cerpen merupakan jenis karya sastra modern yang dihasilkan dan berkembang dalam kehidupan masyarakat modern. Jenis karya sasatra berbentuk prosa ini memang cukup popular karena mudah dinikmati tanpa memerlukan waktu lama. Cerpen dapat dibaca dalam sekali duduk. Selain itu, karya prosa ini mudah didapatkan. Kita dapat menemukan cerpen di surat kabar atau majalah, bahkan sekarang sudah banyak buku kumpulan cerpen.
Cerpen mudah dikenali karena memiliki ciri-ciri khas yang membedakan dengan karya sastra lainnya.

1.2  Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Memenuhi tugasa mata pelajaran Bahasa Indonesia.
2.      Mengetahui unsur-unsur dalam cerpen “Senja yang Tak Pernah Sepi Karya Ria Yusnita”.
3.      Mengetahui pengertian cerpen.
4.      Mengetahui unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen.

1.3  Fokus Penelitian
1.      Apa pengertian cerpen?
2.      Apa unsur-unsur dalam cerpen?
3.      Unsur-unsur apa saja yang ada dalam cerpen “Senja yang Tak Pernah Sepi Karya Ria Yusnita”?

1.4  Sistematika Penulisan
Sistematika dalam penulisan makalah ini terdiri dari tiga bab yaitu:
Oval: 1Bab I         Pendahuluan, meliputi: latar belakang masalah, tujuan penulisan, fokus penelitian, dan sistematika penulisan.
Bab II                    Mengupas Unsur-unsur dalam Cerpen “Senja yang Tak Pernah Sepi Karya Ria Yusnita”, yang terdiri dari: pengertian cerpen, unsur-unsur cerpen, dan unsur-unsur dalam cerpen “Senja yang Tak Pernah Sepi”.
Bab III      Penutup, terdiri dari Kesimpulan dan Saran
Daftar Pustaka
Lampiran

























BAB II
MENGUPAS UNSUR-UNSUR DALAM CERPEN
“SENJA YANG TAK PERNAH SEPI”
KARYA RIA YUSNITA


2.1  Pengertian Cerpen
Cerpen (cerita pendek) ialah karangan pendek yang berbentuk naratif. Cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan manusia, yang penuh pertikaian, mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan. Selain itu cerpen juga memiliki ciri-ciri antara lain; panjang cerita berkisar antara 3 sampai 10 halaman atau kurang dari 10.000 kata, selesai dibaca dalam sekali duduk, hanya memeliki satu insiden yang mendominasi jalan cerita, konflik yang terjadi tidak menimbulkan perubahan nasib tokohnya, hanya memiliki satu alur cerita (plot), dan perwatakan serta penokohan dilukiskan secara singkat.

2.2  Unsur-unsur Cerpen
Unsur-unsur cerpen meliputi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
2.2.1        Unsur Intrinsik
1.      Tema
Tema adalah pokok masalah suatu cerita.
2.      Latar atau setting
Latar atau setting adalah tempat atau waktu terjadinya suatu peristiwa atau cerita.
3.      Alur atau plot
Adalah rangkaian peristiwa yang membangun sebuah cerita. Alur merupakan kerangka cerita. Pada umumnya alur terdiri atas beberapa tahap diantaranya:
a.      Pengenalan
Tahap ini menguraikan latar cerita atau penokohan.
b.      Penampilan masalah / konflik
Oval: 3Tahap ini menceritakan persoalan yang dihadapi pelaku cerita. Dalam tahap ini akan terjadi konflik antarpelaku.
c.       Konflik memuncak
Tahap ini menceritakan konflik yang dihadapi pelaku semakin meningkat.
d.      Puncak ketegangan/ klimaks
Tahap ini menggambarkan ketegangan masalah dalam cerita atau masalah itu telah mencapai klimaks/ puncak.
e.       Ketegangan menurun
Tahap ini menceritakan masalah yang telah berangsur-angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
f.        Penyelesaian
Tahap ini menceritakan masalah tersebut sudah dapat diatasi. Pengarang memberikan pemecahan dari semua peristiwa sebelumnya.
4.      Penokohan
Penokohan atau perwatakan merupakan unsur yang tersurat dalam sebuah cerita. Kita dapat mengamati penokohan berdasarkan apa yang ditulis oleh pengarang. Penokohan adalah pelukisan mengenai pelaku atau tokoh-tokoh cerita, baik keadaan lahirnya maupun keadaan batinnya.
Untuk mengetahui watak pelaku cerita, perhatikanlah!
a.       Apa yang dilakukan pelaku;
b.      Apa yang dikatakan pelaku;
c.       Bagaimana sikap pelaku dalam menghadapi persoalan;
d.      Bagaimana penilaian pelaku lain terhadap dirinya.
5.      Sudut Pandang (point of view)
Sudut pandang atau cara bercerita adalah kedudukan pencerita dalam membawakan cerita atau kisah.
Ada beberapa macam sudut pandang ata bercerita.
a.      Sudut pandang orang pertama
Pengarang memakai istilah “aku” untuk menghidupkan tokoh, seolah-olah dia menceritakan pengalamannya sendiri.
b.      Sudut pandang orang ketiga
Pengarang memilih salah seorang tokohnya untuk menceritakan orang lain. Tokoh yang diceritakan itu disebut “dia”.
c.       Sudut pandang pengarang sebagai pencerita (objective point of view)
Pengarang hanya menceritakan apa yang terjadi, seolah-olah pembaca menonton pementasan sandiwara. Pembaca hanya bisa menafsirkan cerita berdasarkan kejadian, dialog, dan perbuatan para pelakunya karena pengarang tidak memberikan petunjuk atau tuntunan terhadap pembaca.
d.      Sudut pandang serba tahu (omniscient point of view)
Pengarang seolah serba tahu segalanya. Ia dapat menciptakan apa saja yang diperlukan untuk melengkapi ceritanya sehingga mencapai efek yang diinginkan. Pengarang bisa mengomentari kelakuan para pelakunya dan dapat berbicara langsung dengan pembaca.
6.      Amanat/ tendens
Amanat adalah hal yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca, yang berkaitan dengan tema. Amanat disebut juga hikmat cerita. Amanat bisa berupa paham-paham tertentu, nasiha-nasihat, ajakan, atau larangan. Kita dapat mengetahui amanat yang disampaikan pengarang setelah membaca seluruh karangan.

2.2.2        Unsur Ekstrinsik
1.      Latar belakang pengarang
Kehidupan pengarang dan kejiwaannya berpengaruh terhadap proses penciptaan karya sastra.
2.      Aspek-aspek sosial politik
Situasi sosial politik seperti masalah ekonomi, budaya, dan pendidikan akan berpengaruh terhadap karya sastra.
3.      Hasil pemikiran manusia atau masyarakat
Hasil pemikiran manusia, baik berupa ideologi, filsafat, maupun pengetahuan lain juga berpengaru terhadap karya sastra. Kedekatan sastrawan dengan Tuhan, misalnya, akan melahirkan karya sastra yang sarat dengan pesan religius.
4.      Semangat zaman, atmosfer, atau iklim tertentu
Semangat zaman yang dimaksud disini menyangkut masalah aliran seni yang digemari pada saat itu.
Hal lain yang juga termasuk unsur ekstrinsik yakni pengaruh sastra asing.

2.3  Unsur-Unsur dalam Cerpen “Senja yang Tak Pernah Sepi Karya         Ria Yusnita”

Unsur-unsur dalam cerpen yang berjudul Senja yang Tak Pernah Sepi karya Ria Yusnita, S.Pd. (guru SMA Negeri 3 Rangkasbitung), adalah sebagai berikut:
a.      Unsur Intrinsik
1.      Tema:
Tema dalam cerpen tersebut adalah “Semangat seorang anak laki-laki yang bekerja keras untuk mencukupi kehidupannya agar tetap bisa bersekolah dan membahagiakan ibunya”.
2.      Latar atau setting:
Latar/ setting dalam cerpen tersebut diantaranya: Di rumah, di jalan, di stasiun, di gedung aula, tempat menampungan barang bekas, siang hari sekitar pukul 14.00, sore hari, dan pagi hari.
Seperti dalam kalimat,
.........”Sudah, Bu. Sore ini entah kenapa aku ingin pulang cepat. Ingin ketemu Ibu. Kangen rasanya sejak dari pagi ga ketemu ibu”,........
3.      Alur atau plot:
Alur dalam cerpen ini adalah alur maju.
4.      Tokoh dan penokohan:
Tokoh dalam cerpen “Senja yang Tak Pernah Sepi” adalah:
-          Agung Pratama Nugraha, yang rajin, sabar, baik hati, giat bekerja, patuh dan sayang kepada orang tua, soleh, dan punya semangat yang tinggi.
Seperti dalam kalimat,
.........“Ibu jangan berkata seperti itu lagi. Agung sudah bahagia ko menjadi anak Ibu. Ibu doakan saja kelak Agung yang akan membahagiakan ibu”........
-          Ibunda Agung, yang baik hati, sayang kepada anaknya, solehah, penyabar, dan pekerja keras.
Seperti dalam kalimat,
...... “Maafkan Ibu bila tak mampu untuk membahagiakanmu. Andai ayahmu masih ada, mungkin nasibmu bisa lebih baik dari ini”.........
5.      Sudut pandang:
Sudut pandang pengarang dalam cerpen tersebut adalah sudut pandang orang pertama karena dalam cerpen tersebut pengarang menggunakan kata “aku”.
6.      Amanat:
Amanat yang disampaikan dalam cerpen tersebut adalah:
-          Jangan pernah putus asa walau hidup serba kekuarangan
-          Harus giat bekerja untuk mencukupi kehidupan diri sendiri dan keluarga.
-          Selalu ingat kepada yang Maha Kuasa walau hidup dalam kesusahan.
-          Selalu sabar dan tabah dalam menghadapi segala cobaan.
-          Sayangi orang tua dan tetap semangat untuk menggapai cita-cita.

b.      Unsur Ekstrinsik
1.      Latar belakang pengarang:
Latar belakang pengarang adalah seorang guru Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Rangkasbitung.

BAB III
PENUTUP


3.1  Simpulan
Berdasarkan uraian pembahasan di atas maka penulis menyimpulkan bahwa cerpen merupakan jenis karya sastra modern yang dihasilkan dan berkembang dalam kehidupan masyarakat modern. Cerpen (cerita pendek) ialah karangan pendek yang berbentuk naratif. Cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan manusia, yang penuh pertikaian, mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan. Selain itu cerpen memiliki unsur intrinsik dan juga unsur ekstrinsik.
Dalam cerpen “Senja yang Tak Pernah Sepi Karya Ria Yusnita” terdapat dua unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

3.2  Saran
Saran-saran yang ingin disampaikan penulis dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Dalam mencari unsur-unsur cerpen kita harus membaca cerpen dengan sekasama dari awal hingga akhir cerita.
2.      Dalam penulisan cerpen kita harus menentukan langkah-langkah seperti, menentukan tema terlebih dahulu, menentukan tujuan, dan menyusun kerangka cerpen.










Oval: 8
 

DAFTAR PUSTAKA


Rochman, Abdul, dkk. tt. Bahasa Indonesia SMU Kelas II. Jakarta: Grafindo Media Pratama.
Sopyan, Akhmad. dkk. 1999. Bahasa Indonesia untuk SMU (jilid 2). Bandung: Grafindo.

























KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kehadirat Illahi Robbi yang telah memberikan segalanya kepada kita khususnya kepada Penulis apapun itu baik kenikmatan jasmani maupun rohani, sebanyak-banyaknya penulis memanfaatkan nikmat itu untuk menyelesaikan makalah ini yang berjudul Mengupas Unsur-unsur dalam Cerpen yang Berjudul Senja yang Tak Pernah Sepi Karya Ria Yusnita” dengan baik. Shalawat dan salam kami curahkan kepada Nabi yang memiliki kesempurnaan hati, akal dan fikiran yaitu Nabi Muhammad SAW, yang telah memberikan kontribusi besar dalam kehidupan manusia di dunia khususnya dalam menyebarkan ajaran Allah SWT yaitu ajaran Islam.
Penulis berterma kasih kepada semua pihak yang terkait khususnya kepada:
1.      Drs. Bambang Wiratmo, M.Pd. selaku Kepala SMA Negeri 1 Cileles.
2.      Sri Nurlaela, S.Pd. selaku guru Bahasa Indonesia yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan makalah ini.
3.      Kedua orang tua tercinta yang telah memberikan do’a dan motivasi kepada kami semua.
4.      Rekan-rekan yang telah memberikan masukan dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini tidak memiliki kesempurnaan apapun di dalamnya, karena tidak ada kesempurnaan dalam berkarya yang dilakukan oleh seorang manusia di muka bumi ini, karena tempatnya salah dan lupa adalah manusia. Beberapa kesalahan baik cara penulisan maupun kaidahnya selalu terjadi, maka dari itulah penulis memohon kritik dan saran yang konstruktif dari semua pihak demi kesempurnaan penulisan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca. Amin.

Cileles,  Juni 2011
Penyusun


Oval: i
 

DAFTAR ISI




Kata Pengantar.................................................................................................... i
Daftar Isi.............................................................................................................. ii

BAB I        Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah............................................................... 1
1.2 Tujuan Penulisan.......................................................................... 1
1.3 Fokus Penelitian........................................................................... 1
1.4 Sistematika Penulisan................................................................... 1

BAB II       Mengupas Unsur-unsur Cerpen dalam Cerpen
                    “Senja yang Tak Pernah Sepi” Karya Ria Yusnita
2.1 Pengertian Cerpen........................................................................ 3
2.2 Unsur-unsur Cerpen..................................................................... 4
2.3 Unsur-unsur dalam Cerpen “Senja yang Tak Pernah Sepi”
      Karya Ria Yusnita........................................................................ 4

BAB III     Penutup
3.1 Simpulan....................................................................................... 8
3.2 Saran........................................................................................ .... 8  

Daftar Pustaka
Lampiran














Oval: ii
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar